Penjahat siber terus berkembang dalam metodenya, menggunakan WhatsApp dan Gmail untuk serangan siber. Kaspersky, perusahaan keamanan siber, mengidentifikasi tiga metode utama:
- Pura-pura Dukungan Teknis: Penjahat siber menyamar sebagai tim dukungan teknis, menelepon karyawan, dan meminta informasi login.
- Panggilan Palsu dari Pimpinan: Penjahat siber berpura-pura sebagai manajer atau CEO, mencoba memaksa korban untuk mengirim uang dalam situasi darurat.
- Pembajakan Percakapan: Penjahat siber masuk ke percakapan bisnis, menyamar sebagai karyawan atau mitra dengan tujuan mencuri informasi penting.
Kaspersky menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pelatihan bagi pegawai agar bisa mengidentifikasi taktik ini. Keamanan digital saat ini sangat penting untuk melindungi bisnis dan karyawan dari ancaman siber.
Source:
cnbc indonesia
















