Perusahaan VR Naungan ByteDance, Umumkan PHK Massal
Perusahaan VR Naungan ByteDance, Umumkan PHK Massal. Pico Interactive, salah satu perusahaan pembuat realitas virtual (VR) terbesar yang berada di bawah naungan ByteDance. Telah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. CEO Pico Interactive, Zhou Hongwei, memberitahu stafnya dalam sebuah pertemuan internal. Bahwa perusahaan akan melakukan perubahan besar dalam strategi produksi headset VR di masa depan.
Hongwei mengungkapkan bahwa perkiraan pertumbuhan pasar VR di perusahaan sebelumnya terlalu optimis. Sebagai respons, tim perangkat keras Pico akan mengalihkan fokusnya untuk mengembangkan teknologi baru. Namun, dampak dari perubahan ini mencakup pemutusan hubungan kerja dalam tim penjualan, video, dan pengoperasian platform. Sumber anonim melaporkan kepada Reuters bahwa ratusan karyawan Pico kemungkinan akan terkena PHK akibat restrukturisasi ini.
Meskipun bulan lalu Pico menyatakan bahwa pengembangan perangkat VR mereka masih berlanjut, beberapa firma analisis telah melaporkan bahwa ByteDance sedang mempertimbangkan untuk membatalkan rencananya terkait perangkat realitas virtual. ByteDance, perusahaan induk TikTok, membeli Pico pada tahun 2021, tetapi kabarnya telah mencapai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp 15 triliun).
Pico sebelumnya merilis headset Pico 4 pada tahun sebelumnya, tetapi belum mengumumkan perangkat keras baru pada tahun ini. Perusahaan ini juga telah menghadapi pemotongan staf sebelumnya, di mana sekitar 200 karyawan dilaporkan di-PHK pada bulan Februari. Keputusan terkini ini mencerminkan dinamika yang terus berubah di industri VR yang masih dalam tahap perkembangan, mempertegas tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dalam mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar ini.
















