Makassar, 23 Juni (ANTARA) – Seorang pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Profesor Effendi Ghazali, memberikan komentar tentang keberadaan Kaukus Timur Indonesia (KTi), yang secara resmi diresmikan pada Kamis (22/6).
Saat peluncuran KTI hibrid di Makassar, Effendi menyatakan bahwa KTI penting sebagai wadah perjuangan untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan politik dan ekonomi yang berbasis data.
Effendi mengatakan bahwa KTI sebagai wadah perjuangan harus didasarkan pada data yang akurat. Setidaknya, beberapa hal yang harus diperhatikan agar perjuangan KTI dapat memberikan hasil yang maksimal, termasuk memiliki dan menguasai data yang akurat tentang bidang perjuangan kaukus.
Dalam hal ini, Effendi menekankan bahwa KTI harus berjuang dengan data yang akurat dan valid. Mereka juga harus mampu mencari dan menemukan informasi.
















