Serangan Ransomware Guncang Cabang ICBC di AS
Serangan Ransomware Guncang Cabang ICBC di AS. Bank terkemuka asal China, ICBC, yang beroperasi di Amerika Serikat (AS), menjadi korban serangan ransomware pada Kamis (9/11/2023), menyebabkan gangguan pada sistem dan perdagangan di AS. Cabang layanan keuangan ICBC, yang terkenal sebagai ICBC Financial Services, mengalami serangan siber. Ini memaksa bank untuk mengisolasi sistem yang terkena dampak.
Ransomware, jenis serangan siber yang melibatkan pembajakan sistem atau informasi dengan meminta pembayaran tebusan, semakin populer di kalangan penjahat siber. ICBC tidak menyebutkan pelaku serangan, tetapi menyatakan sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dengan dukungan tim keamanan informasi yang profesional.
Meskipun ICBC berhasil menyelesaikan beberapa transaksi keuangan, laporan menyebutkan adanya gangguan pada perdagangan Treasury AS. Financial Times melaporkan bahwa serangan ransomware menghambat ICBC dalam menyelesaikan perdagangan Treasury atas nama pelaku pasar lainnya.
Pihak berwenang AS, termasuk Departemen Keuangan, mengikuti perkembangan situasi ini dan memastikan koordinasi dengan sektor keuangan dan regulator federal. ICBC menegaskan bahwa operasi cabang layanan keuangan AS beroperasi secara independen dari operasi utama ICBC di China, dan bahwa pusat operasional, termasuk ICBC New York, tidak terpengaruh oleh serangan siber ini.
Meskipun ICBC berusaha meminimalkan dampak dan kerugian, identitas pelaku serangan belum diungkap. Dalam dunia keamanan siber, melacak pelaku serangan seringkali sulit karena upaya hacker untuk menyembunyikan jejak mereka. Penyelidikan masih berlanjut, dan ICBC terus bekerja sama dengan penegak hukum dan otoritas keamanan untuk menanggapi insiden ini.
















