Skandal Kripto Terbesar dalam Sejarah! FTX Menggunakan Identitas PSK Thailand untuk Buka Kunci Dana Miliaran Dollar!
Bursa kripto terkemuka, FTX, terjerembab dalam skandal ketika terungkap bahwa mereka mencoba untuk mendapatkan kembali dana senilai US$1 miliar yang dibekukan oleh pemerintah China dengan cara yang sangat kontroversial. Mantan CEO Alameda Research, Caroline Ellison, memberikan kesaksian penting dalam persidangan yang berlangsung, mengungkapkan praktik yang menggemparkan.
Menurut kesaksian Ellison, FTX menggunakan pekerja seks komersial (PSK) di Thailand untuk mencoba menarik dana yang telah dibekukan oleh pemerintah China pada tahun 2021. Pemerintah China telah membekukan aset kripto FTX senilai US$1 miliar yang disimpan di bursa Huobi dan OKX, sebagai bagian dari penyelidikan pencucian uang di dua bursa tersebut. Awalnya, FTX dan tim Alameda mencoba membuka kunci akun mereka melalui seorang pengacara China, namun upaya tersebut gagal.
Dalam upaya putar-balik yang mencengangkan, FTX mencoba menggunakan identitas PSK Thailand untuk menarik dana dengan membuat akun perdagangan yang dibekukan mengalami kerugian. Mereka menciptakan akun menggunakan identitas PSK Thailand di OKX, mencoba menciptakan “pertukaran yang tidak seimbang” antar akun untuk menarik selisihnya dari akun PSK tersebut. Ketika strategi ini gagal, mereka memutuskan untuk mengirim sekitar US$150 juta aset kripto ke dompet yang diduga dimiliki oleh pejabat China sebagai sogokan.
Kesaksian Ellison membawa dampak besar dalam persidangan CEO FTX, Sam Bankman-Fried. Dia didakwa dengan tujuh dakwaan pidana terkait manajemen perusahaan yang salah. Persidangan ini diantisipasi akan berlangsung selama enam minggu, dengan FTX dan Bankman-Fried berhadapan dengan tuduhan serius atas praktik-praktik kontroversial yang diungkapkan dalam persidangan tersebut.
















