Tencent Borong Chip AI AS Menyikapi Aturan Blokir
Tencent Borong Chip AI AS Menyikapi Aturan Blokir. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas dengan adanya aturan blokir ekspor chip AI. Tencent, salah satu raksasa teknologi, telah merespons dengan langkah proaktif, memborong chip AI dari AS sebelum aturan tersebut berlaku.
Tencent, yang menjadi salah satu yang terdampak. Mereka telah mempersiapkan diri dengan memastikan persediaan chip AI yang cukup hingga beberapa generasi ke depan. Meski AS melarang ekspor lebih banyak chip AI ke China, Presiden Tencent, Martin Lau. Tetap menyatakan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak dalam jangka pendek.
“Kami harus mencari cara untuk membuat penggunaan chip AI kami lebih efisien,” ujarnya, mengindikasikan upaya untuk mengoptimalkan stok yang ada. Meskipun Tencent memiliki persediaan chip Nvidia asal AS yang cukup untuk melanjutkan pengembangan model AI Hunyuan. Lau menambahkan bahwa perusahaan akan terus mencari alternatif sumber pembuat chip lokal.
Tencent telah mengantisipasi aturan baru AS dengan mencoba memanfaatkan chip Nvidia H800 milikinya secara efisien. Meskipun chip tersebut tercakup dalam aturan baru AS, Tencent berencana untuk fokus pada penggunaan yang paling penting, yaitu pelatihan model AI.
“Sementara kami akan mencoba memindahkan banyak kemampuan inferensi ke chip berperforma rendah, kami akan mempertahankan sebagian besar chip AI berperforma tinggi untuk tujuan pelatihan,” ungkap Lau.
Aturan blokir chip AI dari AS juga berdampak pada layanan cloud Tencent, mempertegas kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh perusahaan teknologi China. Meskipun demikian, pemain industri seperti Tencent dan Baidu terus mencari solusi dengan menjalin kerjasama dengan pembuat chip lokal, menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas mereka di tengah gejolak perdagangan global.
















