Tuduhan Hikivision: Teknologi Kontroversial Mata-Matai Muslim
Tuduhan Hikivision: Teknologi Kontroversial Mata-Matai Muslim. Kelompok peneliti asal Amerika Serikat (AS), IPVM. Telah mengguncang dunia ketika mereka menuduh perusahaan teknologi pengawas asal China, Hikivision, terlibat dalam pengembangan teknologi kontroversial. Menurut laporan IPVM, Hikivision memiliki kontrak khusus dengan pemerintahan China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.
Laporan tersebut menyebutkan dugaan bahwa Hikivision mengembangkan teknologi untuk mendeteksi mahasiswa Muslim ibadah puasa Ramadhan di China. Oleh karena itu, teknologi ini terkesan mengumpulkan data rekaman waktu makan dari para mahasiswa Muslim.
Hikivision secara terbuka mengonfirmasi bahwa mereka memenangkan tender senilai US$ 9 juta untuk mengembangkan konsep ‘Smart Campus’ di Minjiang University, provinsi Fujian. Meskipun demikian, perusahaan membantah bahwa teknologi yang mereka kembangkan dapat menganalisis video untuk mengidentifikasi etnis minoritas.
Dalam 600 lembar dokumen tender, IPVM menemukan sebuah sistem yang disebut sebagai “Analisis Bantuan Siswa Etnis Minoritas.” Sistem ini disebut dimaksudkan untuk mendukung “pengambilan keputusan” dari manajemen kampus. Salah satu fitur kontroversial yang diungkap adalah kemampuan sistem untuk memberi tahu manajemen kampus ketika ada siswa yang dicurigai berpuasa.
Lebih lanjut, dokumen tender tersebut juga mencakup fitur yang memberikan data lain ke manajemen kampus, termasuk kebiasaan harian, penggunaan paspor, aktivitas di perpustakaan, tujuan liburan, serta informasi mengenai anggota keluarga.
Dalam hal ini, Hikivision menegaskan bahwa proyek tersebut tidak untuk melanggar hak asasi manusia. Dan bahwa penunjukan fitur untuk mendeteksi mahasiswa Muslim berpuasa hanyalah tudingan tanpa dasar. Mereka menyebut bahwa proyek ini malah untuk meningkatkan efisiensi manajemen kampus.
China telah lama menjadi sorotan terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap kelompok minoritas di dalam negeri, terutama terhadap Muslim Uyghur di wilayah Xinjiang. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan teknologi China, termasuk Hikivision, sering kali terkena tuduhan terlibat dalam proyek-proyek yang mendukung tindakan represif pemerintah.
Kesimpulan
Oleh karena itu, kontroversi ini menjadi bagian dari keseluruhan narasi mengenai penggunaan teknologi pengawasan oleh pemerintah, dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi hak asasi manusia dan privasi individu. Kita akan terus melihat perkembangan ini dan respons dari berbagai pihak terkait tuduhan ini terhadap Hikivision.
















