Twitter X di Bawah Sorotan: Respons Cepat Terhadap Konten Kontroversial
Platform media sosial Twitter X, yang saat ini dimiliki oleh Elon Musk, mendapat sorotan tajam karena konten rekayasa, provokatif, dan bohong terkait konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza. Komisioner Eropa untuk pasar internal, Thierry Breton, mengirim surat peringatan langsung kepada Elon Musk, pemilik Twitter X, menyatakan adanya indikasi penyebaran berita palsu, konten kekerasan, dan terorisme di platform tersebut. Breton memberi tenggat waktu 24 jam kepada Musk untuk memberikan respons.
Dalam suratnya, Breton menyertakan hashtag Digital Services Act, mencerminkan hukum baru di Eropa yang mewajibkan platform dengan pengguna aktif bulanan di atas 45 juta untuk memantau dan menghapus konten ilegal. Jika melanggar, Twitter X menghadapi ancaman denda sebesar 6 persen dari pendapatan kotor tahunan mereka.
CEO Twitter X, Linda Yaccarino, merespons pernyataan-pernyataan kontroversial ini pada 11 Oktober 2023. Dalam surat yang dia kirim melalui Twitter X, Yaccarino menjelaskan upaya yang telah mereka lakukan untuk memerangi penyebaran konten ilegal terkait konflik Hamas-Israel. Dia mengungkapkan bahwa Twitter X telah membentuk tim khusus untuk menanggapi situasi ini segera setelah serangan Hamas ke Israel. Menurutnya, Twitter X telah berhasil mengidentifikasi dan menghapus ratusan akun yang terafiliasi dengan Hamas.
Yaccarino juga merinci kebijakan Twitter X terkait ujaran kebencian, manipulasi media, dan kekerasan. Dia menekankan bahwa tidak ada tempat bagi organisasi teroris atau grup ekstremis di Twitter X, dan mereka secara proaktif menghapus akun-akun terkait dalam waktu nyata.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen Twitter X dalam memerangi konten ilegal dan memastikan keamanan serta integritas platform mereka di tengah ketegangan global terkait konflik yang sensitif. Namun, tantangan besar tetap ada di depan mereka, dengan tuntutan Eropa dan harapan pengguna untuk kebijakan yang ketat dan responsibilitas yang jelas dalam mengelola konten yang tersebar di platform mereka.
















