Vandalisme di Zara Akibat Kampanye Koleksi yang Kontroversial
Vandalisme di Zara Akibat Kampanye Koleksi yang Kontroversial. Toko Zara menjadi pusat perhatian setelah kampanye kontroversial koleksi terbarunya, “Zara Atelier Collection 04”, memicu kemarahan para pendukung Palestina. Kontroversi tersebut berujung pada tindakan vandalisme di beberapa outlet Zara, termasuk di Kanada dan Tunisia.
Vandalisme tersebut terekam melalui akun Instagram @arabsofcanada yang mengunggah video aksi protes. Massa yang menyuarakan ketidakpuasan mereka mencoret-coret bagian kaca toko Zara menggunakan cat semprot merah. Mereka menuliskan kata-kata “Gaza” dan “Free Palestine” di etalase, sementara logo Zara dicoret menjadi “Gaza”.
Aksi tersebut juga dilakukan dengan membawa foto dan manekin yang menyerupai mayat sebagai sindiran terhadap kampanye iklan Zara yang dianggap merendahkan konflik Palestina. Aktivis yang memasuki toko sambil membawa bendera Palestina menyerukan boikot terhadap produk-produk Zara dan merek lain yang terkait dengan Israel.
Protes serupa terjadi di Tunisia, menandakan bahwa kontroversi ini menciptakan dampak global dan meningkatnya sentimen anti-Zara. Sebelumnya, kampanye Zara Atelier Collection 04 menampilkan model memanggul manekin yang terbungkus kain dan menyerupai mayat, dengan latar belakang serba putih dan dikelilingi peti kayu serta reruntuhan bangunan. Suasana tersebut dianggap mirip dengan kondisi di Palestina, di mana para korban genosida berjuang untuk bertahan hidup dari serangan tentara Israel.
Reaksi negatif dari masyarakat dan desakan boikot mendorong Zara untuk menghapus seluruh foto kampanye Atelier dari akun Instagram mereka. Kontroversi ini tidak hanya merugikan reputasi Zara, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana merek ini akan merespons ketegangan ini dan memulihkan citra mereka di mata konsumen.
















