Yandex Berencana Menjual Seluruh Asetnya di Rusia
Yandex Berencana Menjual Seluruh Asetnya di Rusia. Perusahaan induk Yandex, atau “Google-nya Rusia,” sedang dalam pertimbangan untuk menjual seluruh asetnya di Rusia. Langkah ini bukan hanya melibatkan penjualan saham pengendali. Tetapi juga seluruh bisnis utama yang mencakup sektor taksi dan periklanan online di Rusia. Keputusan ini diambil menjelang penyelesaian kesepakatan antara Yandex dan pihak lain sebelum akhir tahun.
Yandex, sebelum terjadinya konflik antara Rusia dan Ukraina pada Februari 2022. Sebagai salah satu perusahaan Rusia yang berpotensi menjadi bisnis global. Namun, situasi geopolitik yang berubah memaksa Yandex untuk mengevaluasi strategi bisnisnya.
Yandex memainkan peran dominan di sektor taksi dan periklanan online di Rusia. Layanan ride-hailing-nya bahkan telah meluas ke delapan negara di Afrika, sementara pengujian mobil self-driving dilakukan di Israel dan Amerika Serikat.
Sebagai respons terhadap tekanan pemerintah Rusia terkait konten. Yandex sebelumnya telah menjual beberapa asetnya, termasuk agregator berita dan sumber daya online, kepada saingannya VK pada tahun 2022. Langkah ini untuk mendepolitisasi bisnis Yandex dan memulai restrukturisasi perusahaan.
Pertemuan dewan ini di Dubai pada akhir November menjadi panggung penting untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi ini. Pihak-pihak yang terlibat berharap untuk mencapai kesepakatan pada bulan Desember, meskipun kesepakatan apapun memerlukan persetujuan dari pemegang saham dan pemerintah Rusia.
Yandex NV, perusahaan induk Yandex yang berbasis di Belanda, berencana untuk mendapatkan kembali sebagian dana pemegang saham dengan menjual bisnis utama Rusia yang menghasilkan pendapatan, termasuk operasi pencarian dan pemesanan kendaraan. Rencananya setelah penjualan ini adalah untuk mengembangkan empat lini bisnis lainnya secara internasional.
Meskipun belum ada keputusan resmi, sumber-sumber menyatakan bahwa Yandex NV diperkirakan akan menjual seluruh perusahaan induk yang didirikan di wilayah Kaliningrad Rusia. Pada akhirnya, keputusan ini dapat menjadi langkah strategis bagi Yandex untuk menyesuaikan diri dengan dinamika bisnis global dan menghadapi perubahan dalam lanskap geopolitik Rusia.
















