Meskipun keberadaan alien masih menjadi pertanyaan besar, ilmuwan meyakini bahwa makhluk hidup mungkin ada di dekat Bumi. Michelle Thaller, seorang peneliti di Goddard Space Flight Centre NASA, menyatakan bahwa kehidupan mungkin dapat ditemukan di planet Venus.
“Saya yakin kita akan menemukan kehidupan di planet lain. Saya pikir dalam Tata Surya kita, kita begitu dekat namun tidak yakin 100%,” kata Thaller, seperti yang dilansir dari Mirror pada Kamis (31/8/2023).
Thaller percaya bahwa apa yang diinginkan dalam pencarian kehidupan di luar Bumi mungkin terdapat di Venus. Ia meyakini bahwa penemuan tersebut hanyalah masalah waktu.
“Saya tidak pernah menyangka Venus. Venus sekarang menjadi tempat di mana kita melihat adanya tanda-tanda di atmosfer yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme,” ujarnya.
Namun, keyakinan Thaller tentang adanya kehidupan di Venus cukup kontroversial. Pasalnya, lingkungan di planet tersebut tidak kondusif untuk kehidupan manusia.
Perlu diingat bahwa Venus memiliki jarak 67 juta mil atau 107,8 juta km dari Matahari. Suhu permukaannya sangat tinggi, bahkan mencapai 475 derajat Celsius. Atmosfernya mengandung asam beracun yang membuatnya tidak ramah bagi manusia. Kandungan asam sulfat dan karbon dioksida dalam atmosfer Venus mencegah panas meninggalkan planet tersebut.
Namun, pendapat Thaller ini mendapat tanggapan berbeda dari Dominic Papineau, seorang ahli astribiologi dari University College London. Menurut Papineau, untuk membuktikan keberadaan kehidupan di luar Bumi, diperlukan keberadaan air dalam bentuk cairan.
“Agar reaksi kimia terkait kehidupan dapat terjadi, air dalam bentuk cairan sangat penting,” jelas Papineau. Oleh karena itu, menurutnya, untuk menemukan kehidupan di tempat lain, pencarian air dalam bentuk cairan serta fosil di batuan sedimen yang pernah terkena air di masa lalu perlu dilakukan.
















