Komisi Eropa Periksa Disinformasi Perang Hamas-Israel: Langkah Penting untuk Mencegah Konflik Meluas
Brussels, 20 Oktober 2023 – Komisi Eropa menindaklanjuti peringatan 1 x 24 jam yang sebelumnya ditujukan kepada para raksasa teknologi, terkait disinformasi yang menyebar soal perang Hamas-Israel di platform mereka. Kini, Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp), dan TikTok diberikan tenggat waktu hingga 25 Oktober 2023 untuk membagikan rincian soal penanganan disinformasi tersebut.
Langkah lanjutan Komisi Eropa ini didasarkan pada aturan Digital Services Act (DSA) yang berlaku. DSA mengharuskan penyedia platform online untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan konten berbahaya lainnya. Jika penyedia platform tidak memenuhi aturan DSA, mereka dapat dikenai denda besar hingga 6% dari total pendapatan mereka di wilayah Eropa.
Komisi Eropa menilai bahwa disinformasi yang menyebar di media sosial terkait perang Hamas-Israel memiliki dampak yang serius. Berita palsu dan menyesatkan dapat memperburuk konflik dan memicu kekerasan. Hal ini dapat mengancam keamanan masyarakat di wilayah Eropa dan di seluruh dunia.
Untuk itu, Komisi Eropa berharap para raksasa teknologi dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengatasi disinformasi terkait perang Hamas-Israel. Langkah-langkah tersebut dapat berupa:
- Meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar kebijakan
- Meningkatkan transparansi terkait penanganan disinformasi
- Bekerja sama dengan organisasi media dan pemerintah untuk menyebarkan informasi yang akurat
Komisi Eropa juga berharap bahwa langkah-langkah ini dapat menjadi contoh bagi penyedia platform online lainnya untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dalam memerangi disinformasi.
Tanggapan Para Raksasa Teknologi
TikTok mengatakan telah menerima permintaan dari Komisi Eropa. Saat ini, pihaknya sedang mengkaji untuk mengakomodir permintaan tersebut.
“Kami akan mempublikasikan laporan transparansi kami di bawah DSA pada pekan depan. Kami akan menyerahkan informasi tentang apa yang kami sedang kami kerjakan demi menjamin keamanan komunitas Eropa,” kata juru bicara TikTok.
Meta juga mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi disinformasi terkait perang Hamas-Israel. Perusahaan tersebut telah menghapus lebih dari 1 juta konten yang melanggar kebijakannya, termasuk konten yang mempromosikan kekerasan, ujaran kebencian, dan informasi yang salah.
“Kami berkomitmen untuk memerangi disinformasi dan akan terus mengambil tindakan tegas terhadap konten yang melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara Meta.
Kesimpulan
Langkah Komisi Eropa untuk memeriksa disinformasi terkait perang Hamas-Israel merupakan langkah penting untuk mencegah konflik meluas. Disinformasi dapat memperburuk konflik dan memicu kekerasan, sehingga penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
















