Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri, mengadakan dialog dengan para periset dalam acara yang diberi nama “BRIN Mendengar”. Acara ini diselenggarakan di Gedung Nayaka Loka, yang terletak di lingkungan Kebun Raya Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali pada Senin (7/8/2023). Total 127 periset BRIN hadir dalam acara ini, yang juga dihadiri oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Laksdya) Amarulla Octavian, serta anggota Dewan Pengarah BRIN seperti Sri Mulyani, Soeharso Monoarfa, Bambang Kesowo, dan Emil Salim.
Dalam dialog ini, Megawati Soekarnoputri mengangkat isu stunting, masalah kurangnya gizi pada anak-anak, yang masih menjadi perhatian di Indonesia meskipun negara ini sedang menuju tahun emas pada 2045.
“Dalam acara ini, Megawati kembali menyoroti masalah stunting yang ada. Padahal Indonesia sedang menyongsong tahun emas di 2045,” ujar Megawati.
Ia juga meminta para periset untuk memikirkan dampak penelitian mereka terhadap kehidupan rakyat Indonesia.
“Ayo, kalian ilmuan-ilmuan, mosok sih enggak mikiri kehidupan rakyat? Jadi kalian sebagai researcher, sekolah jauh-jauh untuk apa? Ini kan kekurangan zat nutrisi, sayur buat tulang, pertumbuhan tulang. Otaknya itu tidak berkembang, jadi IQ-nya di bawah rata-rata,” tegasnya.
Megawati menegaskan bahwa masalah stunting harus dibasmi sepenuhnya dan merupakan tanggung jawab negara.
“Saya bilang kalau enggak dibasmi sampai 0 persen. Itu apa bukannya tanggungan negara? Iya, yes. Nah terus kalian researcher enggak malu ada rakyat Indonesia yang tidak bisa disembuhkan karena kekurangan pangan, karena kekurangan nutrisi?,” lanjutnya.
Selain itu, Megawati juga memberikan peringatan kepada para periset untuk tetap berpegang pada etika dalam penggunaan dana penelitian.
“Hati-hati dengan tiga huruf loh. Karena kalau research nanti uangnya gede. Dari sini hati-hati jangan dimainkan,” katanya.
Megawati juga mengingatkan arti dari tiga huruf tersebut, yang ternyata merujuk kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sebaiknya ingat. Saya pernah presiden, saya pernah wapres, saya tahu cara kerjanya dan KPK itu saya yang bikin,” tambahnya.
Dalam akhir pesannya, Megawati memotivasi periset BRIN untuk bekerja keras demi kemajuan bangsa Indonesia, terutama dalam membantu masyarakat miskin dengan hasil penelitian mereka.
“Saya ingin seluruh rakyat Indonesia ini berkemajuan terus sejahtera yang seperti diinginkan oleh bapak saya (Soekarno). Kita ini negara gemah ripah loh jinawi,” tutup Megawati.
















