Padang, 27/6 (ANTARA) – Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, menyampaikan bahwa Pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi bonus demografi tahun 2032.
Dalam lokakarya di Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, Sumatera Barat, Arif mengungkapkan pentingnya negara mempersiapkan langkah terbaik untuk menghadapi bonus demografi beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan data dan proyeksi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 300 juta jiwa pada tahun 2032, dengan sebagian besar dalam rentang usia produktif.
Arif menjelaskan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi selama sekitar 18 tahun, setelah itu akan memasuki fase aging population, di mana penduduk yang lebih banyak berusia tua daripada usia produktif.
Untuk mencapai hasil positif dari bonus demografi, Arif menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan politik negara. Situasi yang damai menjadi prasyarat utama dalam pembangunan.
“Suasana yang damai adalah kunci utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Arif.
















